“Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantar kepada kejahatan dan kejahatan akan membawa ke neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berusaha berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adakah yang mau menukar akal sehat dengan emas sebesar gunung? Tentunya tak (akan) ada yang mau (melakukannya). Sebab, begitu nikmat memiliki akal sehat. Bila hilang akal, hidup sama sekali tiada bererti, meskipun memiliki banyak harta. Karena itu, wajar banyak yang mau menghabiskan sebanyak apapun hartanya, untuk mengobati anak atau orang tuanya yang hilang akalnya. Dengan demikian, akal jauh lebih berharga ketimbang segunung emas. Namun anehnya, banyak yang tak mau menggunakan akal sehat untuk memikirkan petunjuk Allah ketika sedang mengejar harta seharga hanya segenggam emas.
